Selasa, 08 Mei 2012

Jangan Lupakan Amanah Orang Tua Mu

 
Bismillahirrohmanirrohim..
Alhamdulilah ternyata kita masih dikasih kesempatan untuk menikmati proses kehidupan yang indah ini. Rasa syukur seharusnya selalu kita haturkan kepada Allah SWT. Yang hingga saat ini masih melimpahkan rahmatnya kepada semua mahluknnya. Shalawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau. Serta tidak lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada guru-guru saya yang semoga selalu istiqomah dijalan dakwah hingga yaumil akhir.
 Kadang kita lupa untuk apa kita hidup, kadang kita lupa untuk apa kita belajar, kadang pula kita lupa untuk apa kita diciptakan. Setiap saat, setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan bahkan setiap hari kita hanya memikirkan kepentingan kita sendiri, kita lupa bahwa kita makan pakai uang hasil keringat siapa. Kita lupa kita dapat maju atas dorongan siapa. Atau lebih mengerikan lagi saat kita lupa siapa yang menciptakan kita.
Tak tahukah engaku disana kawan, orang tuamu berdoa saat yang lain sedang tertidur. Tak pedulikah engkau uang yang kau habiskan untuk kesenanganmu itu hasil dari kerja dari pagi hingga petang dalam sehari, dan dilakukan setiap hari. Tak tahukah engkau kawan betapa bangganya mereka bisa menguliahkan anaknya. Tapi engkau malah merasa malu saat bersama mereka didepan teman-temanmu. Tak menangiskah engaku melihat wajah lelah tua itu mengira bahwa anaknya menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Semua dengar saat itu, semua tahu waktu itu, kau mungkin masih ingat saat bilang untuk kuliah sungguh-sungguh, tapi lihatlah situasinya sekarang, kau sibuk dengan cinta yang kau agungkan itu. Kau sibuk dengan hal-hal yang tidak penting. Kau sibuk dengan duniamu. Tapi..
Jangan lupakan pula teman-temanmu yang sekarang sedang berjuang untuk bisa mencicipi bangku kuliah sepertimu. Mereka disana tak tidur karena harus bekerja, mereka habiskan malam hari untuk belajar. Mereka tetap semangat, masih punya semangat, walau mereka tahu bahwa nasibnya tak seberuntung dirimu.
Lihat lagi orang tuamu, aku tahu kau memiliki mimpi untuk membahagiakan mereka, namun apakah mimpimu itu ingin kau raih dengan dengkur kemalasan, belajar asal-asalan, dan tanpa perasaan. Lihatlah dirimu sekarang.. Mana semangat itu.. Mana komitmen itu.. Yang dulu kau deklarasikan di depan keluargamu.
Janganlah kau hilangkan semangat yang dulu kawan, tak usah pedulikan cemo’ohan orang-orang sekitar mu yang menganggapmu kuper atau ketinggalan zaman. Janganlah malu untuk maju. Janganlah letih untuk berlatih. Janganlah lupakan amanah dari orang tuamu. Bulatkanlah tekad lagi kawan, sebelum kita kejauhan. Semua masih bisa berubah, masih ada waktu untuk berbenah. Jika terasa berat, ingatlah diluar sana masih banyak orang yang tak seberuntung dirimu. Pindahlah kelingkungan positif, lingkungan yang akan memacu dirimu untuk tidak lagi berperilaku negatif, kuatkan ukhuwah dengan sesama, jalin hubungan yang baik dengan sang pencipta.
Mulai dari sekarang, seriuslah saat belajar, banyak-banyak baca istighfar. Tak ada jalan yang mudah untuk kita para pejuang. Ingat lagi amanah orang tuamu, ingat betapa bangganya mereka melihat anak-anaknya meneruskan cita-citanya.

 Jazaakumullah khairan katsiran..