Bismillahirrohmanirrohim..
Alhamdulilah ternyata kita masih dikasih kesempatan
untuk menikmati proses kehidupan yang indah ini. Rasa syukur seharusnya selalu
kita haturkan kepada Allah SWT. Yang hingga saat ini masih melimpahkan
rahmatnya kepada semua mahluknnya. Shalawat serta salam kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-sahabat beliau. Serta tidak
lupa pula saya ucapkan terima kasih kepada guru-guru saya yang semoga selalu
istiqomah dijalan dakwah hingga yaumil akhir.
Kadang kita
lupa untuk apa kita hidup, kadang kita lupa untuk apa kita belajar, kadang pula
kita lupa untuk apa kita diciptakan. Setiap saat, setiap detik, setiap menit,
setiap jam, dan bahkan setiap hari kita hanya memikirkan kepentingan kita
sendiri, kita lupa bahwa kita makan pakai uang hasil keringat siapa. Kita lupa
kita dapat maju atas dorongan siapa. Atau lebih mengerikan lagi saat kita lupa
siapa yang menciptakan kita.
Tak tahukah engaku disana kawan, orang tuamu berdoa
saat yang lain sedang tertidur. Tak pedulikah engkau uang yang kau habiskan
untuk kesenanganmu itu hasil dari kerja dari pagi hingga petang dalam sehari,
dan dilakukan setiap hari. Tak tahukah engkau kawan betapa bangganya mereka
bisa menguliahkan anaknya. Tapi engkau malah merasa malu saat bersama mereka
didepan teman-temanmu. Tak menangiskah engaku melihat wajah lelah tua itu
mengira bahwa anaknya menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
Semua dengar saat itu, semua tahu waktu itu, kau mungkin
masih ingat saat bilang untuk kuliah sungguh-sungguh, tapi lihatlah situasinya
sekarang, kau sibuk dengan cinta yang kau agungkan itu. Kau sibuk dengan
hal-hal yang tidak penting. Kau sibuk dengan duniamu. Tapi..
Jangan lupakan pula teman-temanmu yang sekarang sedang
berjuang untuk bisa mencicipi bangku kuliah sepertimu. Mereka disana tak tidur
karena harus bekerja, mereka habiskan malam hari untuk belajar. Mereka tetap
semangat, masih punya semangat, walau mereka tahu bahwa nasibnya tak
seberuntung dirimu.
Lihat lagi orang tuamu, aku tahu kau memiliki mimpi
untuk membahagiakan mereka, namun apakah mimpimu itu ingin kau raih dengan
dengkur kemalasan, belajar asal-asalan, dan tanpa perasaan. Lihatlah dirimu
sekarang.. Mana semangat itu.. Mana komitmen itu.. Yang dulu kau deklarasikan
di depan keluargamu.
Janganlah kau hilangkan semangat yang dulu kawan,
tak usah pedulikan cemo’ohan orang-orang sekitar mu yang menganggapmu kuper
atau ketinggalan zaman. Janganlah malu untuk maju. Janganlah letih untuk
berlatih. Janganlah lupakan amanah dari orang tuamu. Bulatkanlah tekad lagi
kawan, sebelum kita kejauhan. Semua masih bisa berubah, masih ada waktu untuk
berbenah. Jika terasa berat, ingatlah diluar sana masih banyak orang yang tak
seberuntung dirimu. Pindahlah kelingkungan positif, lingkungan yang akan memacu
dirimu untuk tidak lagi berperilaku negatif, kuatkan ukhuwah dengan sesama,
jalin hubungan yang baik dengan sang pencipta.
Mulai dari sekarang, seriuslah saat belajar,
banyak-banyak baca istighfar. Tak ada jalan yang mudah untuk kita para pejuang.
Ingat lagi amanah orang tuamu, ingat betapa bangganya mereka melihat
anak-anaknya meneruskan cita-citanya.